Warung yang terletak di
pojok perumahan nila sari dipadati dengan sejumlah orang. Mereka berdesakan
untuk membeli makanan sahur di warung bu Manis. Warung ini menjadi idaman
mahasiswa UMS karena terkenal murah dan masakannya juga enak. Makan di warung
ini harus memiliki kesabaran yang lebih karena antrinya banyak. Biasanya saya
sudah standby di warung ini pukul
00.03 dini hari lantaran takut kehabisan usus dan sayur kesukaan saya. Warung
makan bu Manis menjual aneka sayuran seperti sayur sop, sayur tumpang, sayur
kangkun, dan pecel, juga terdapat
beberapa lauk antara lain gorengan, usus, krupuk, ikan lele dan ayam. Nasi
sayur dibandrol dengan harga Rp 2000, pantas
saja warung ini selalu ramai. Harga nasi sayur dengan susu cokelat saja lebih
mahal susu cokelat, saya sampai heran sendiri.
“Saya suka makan di sini
mbak, selain harganya murah makanannya juga baru, tapi ya itu antrinya minta
ampun deh”, ujar Ratih salah satu pelanggan bu Manis. Warung ini memang
benar-benar telah menjadi warung favorit bagi para mahasiswa, khususnya
mahasiswa UMS. Meskipun antrinya banyak, mereka rela mengantri. Warung ini bukak
sekitar pukul 01.00 dini hari. Di depan warung terlihat beberapa orang
berkerumunan. Mereka tampak antusias sekali. Dengan kesadaran enam puluh persen
saya nekat ikut mengantri demi mendapatkan makan sahur. Setelah sekian menit
mengantri akhirnya sampai pada giliran saya untuk memesan. Tapi kali ini saya
tidak beruntung saya kehabisan usus padahal saya sudah datang lebih awal,
dengan raut muka yang kecewa saya menggantikan usus dengan gorengan. Sontak
saya kaget dengan jumlah uang yang harus saya keluarkan untuk membayar makanan
ini saya hanya membayar Rp 3.000 murah
sekali makanan yang ada di warung ini. Nasi sayur, gorengan, dan krupuk menjadi
menu sahur hari ini sebungkus nasi sayur, gorengan, dan, krupuk sudah di
tanganku. Saatnya kembali ke kos. Ya, saya memang lebih suka makan di kos,
karena tidak tahan dengan hawa dingin yang menerpa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar